Seni Budaya Purbalingga Ebeg (kuda lumping/kuda kepang)


Ternyata di purbalingga masih kental dengan tradisi tanggap ebeg di suatu acara, dan juga setiap tahun sekali Purbalingga pun masih memperlombakan kesenian budaya ebeg yang memang sudah di kenal banyak orang.

Nih waktu saya ada dirumah yang tadinya bt dan penat tidak ada hiburan terus mendengar bahwa ada yang tanggap ebeg di desa tangkisan kolom katimaha dan saya pun memutuskan untuk nonton, mm tapi tidak ada kendaraan dan aku pun pinjam motor punya paman saya.

Setelah saya tiba di desa tangkisan kolom katimaha di sana rupanya tidak ada suara ebeg yang berbunyi dan saya telusuri ternyata di kedalaman desa tangkisan kolom katimaha dan ternyata tadi pas suara ebeg tidak ada itu karena mati lampu aduh, tidak pake disel jadi lampu mati udah, tidak ada deh suaranya deh dari kejauhan.
Seni Budaya Purbalingga Ebeg (kuda lumping/kuda kepang)
Seni budaya Purbalingga
Ebeg di desa tangkisan kolom katimaha


Ternyata anak muda, anak - anak, dan orang tua sangat suka nonton ebeg, ya iya karena di sana sangat mencintai seni budaya ebeg ini , dan untuk kalian ya lagi baca artikel ini mari kita cintai seni budaya indonesia yang kaya ini.

Baca juga : 5 Tempat Wisata Menarik Di Kabupaten Purbalingga

Ebeg itu merupakan seni budaya yang di dapati kejanturan yang memakai tenaga khodam di saat kejanturan katanya si setengah sadar dan juga di akhirnya biasanya ada putri (alias laki jadi wanita) yang tadinya orangnya di ikat dulu dan di tutupi oleh penutup yang terbuat dari bambu, dalam berapa mantra haha lalu di buka jadi wanita cantik dan berjalan untuk meminta sumbangan uang untuk petunjukan itu, mm tapi sayang aku tidak lihat itu karena waktu tidak keburu, dan kayaknya tidak ada soalnya kan udah ada ebeg perempuan nya haha ada - ada aja.

Ah jangan macem - macem ini hanya untuk meramaikan acara tanggap ebeg.
Seni Budaya Purbalingga Ebeg (kuda lumping/kuda kepang)
Pedagang di tanggapan ebeg di desa tangkisan kolom katimaha


Dan apalagi pedagangnya sangat ramai seperti gambar di atas dan di salah satu pedagang di tanggapan ebeg itu ada nyokap alias ibu ku yang berjualan serba - serbi alias jualan kecil - kecilan.

Dan sangat menguntukan juga jika ada tanggap ebeg karena banyak yang nonton seperti yang tadi ane bahas ada nene, kakek, anak - anak, remaja, bapak - bapak, dan ibu - ibu , rame kan
Tips
Cintai dan lestarikan lah seni budaya indonesia agar indonesia semakin maju dan terus maju pantang mundur hehehe

Jadi gimana masih mau lanjut dengan artikel yang sangat unik di MacaArtikel ini silakan berlangganan dengan kami tanpa di pungut biaya kaya kartu perdana hehehe

Trima Kasih Atas Kunjungan Anda Semoga Bermanfat Bagi Anda

Subscribe your email address now to get the latest articles from us

 
Copyright © 2015. Maca Artikel .
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Powered by Blogger.
Creative Commons License